Archive for the Project Management Category

5 Ways To Manage Your Time

You’ll get more done in less time!

#1. Timesheets
First, think about where your time is going. Do you really know what you work on all day? Timesheets will show you exactly how much time you spend pulling together reports or responding to emails. Then there’s the 5 minute break to check Facebook that turns into 20 minutes…

Start tracking your time so you know where it’s going. This will help you prioritize and ensure you are self-aware when it comes to managing your time.

#2. Task lists
Many people get off to a slow start in the mornings because they are wondering what their priorities should be and thinking about what they should be doing. Task lists resolve this. A clear list will tell you exactly what you need to work on. If you add in a column for dates it will also tell you what needs to be completed by when, which is a huge help when it comes to scheduling the top priority tasks first.

(more…)

Pagi-pagi sudah mulai untuk ber kumpul bersama

IMG_4422.JPG
Suka banget dengan warna-warni baju dan latar putih nya

Ini kalo di cari di PMBOK Ed. 4 ndak ada yang menjelaskan lebih detil. Tapi kalo di latihan soal PMP bisa muncul nih. Ini merupakan bagian dari input proses Develop Project Charter yaitu Business Case.

Dari bukunya Andy Crowe sih ada di jelaskan tentang Project Selection Methods. Dilihat di halaman 41 pada bab Integration Management, disebutkan sekilas saja juga. Banyak di bahas tentang tools yang digunakan untuk pemilihan suatu project, yaitu dengan Benefit Cost Ratio (BCR), Economic Value Add (EVA), Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV) dan Present Value (PV), Opportunity Cost, Payback Period, Return Of Investment (ROI), dan terakhir Return On Invested Capital (ROIC).

Istilah-istilah tersebut biasanya ada untuk bidang ekonomi, keuangan, manajemen akutansi dan cost accounting. Menurut Andy, paling tidak kita perlu mengerti istilah tersebut dan bagaimana menggunakannya. Detilnya ada di bukunya Andy ya, “The PMP Exam, How to Pass on the First  Try

Pertanyaan “Which of the following is benefit measurement project selection method?”
a. Multi-Objective Programming, b. Non-linear programming, c. Linear Programming, d. Scoring Model

(more…)

Kalau dilihat sekilas sepertinya berbeda peruntukan ya, antara PMBOK dan SCRUM. PMBOK lebih banyak digunakan untuk project management karena sudah terbukti dan banyak digunakan sebagai acuan untuk project management secara umum.  Sementara SCRUM sendiri saat ini sudah banyak dipergunakan untuk pengembangan aplikasi.

Bila melihat slidenya Bu Silvana tentang PMBOK dan SCRUM di slideshare pada acara Scrum Day Asia 2012 di UK Maranatha, Bandung tanggal 24 November 2012, pada slide tersebut dikatakan apakah PMBOK dan SCRUM dapat di gabungkan?

Silahkan di baca dulu slidenya, bagaimana menurut Anda?

Ujian sertifikasi Project Management Profesional (PMP) dari Project Management Institue (PMI) merupakan salah satu ujian yang lumayan sulit atau bagi beberapa orang merupakan ujian sertifikasi yang sangat sulit. Sangat relatif memang, kalau dengan persiapan yang baik, pengalaman beberapa rekan yang sudah lulus PMP menyebutkan tidak terlalu susah.

Sertifikasi PMP memiliki beberapa persyaratan antara lain

  1. Bagi mereka yang sudah sarjana, harus memiliki jam terbang di proyek lebih kurang 4500 jam (lebih kurang 3 tahun terakhir). Bagi yang belum sarjana, jam terbang di proyeknya lebih lama yaitu 7500 jam.
  2. Sudah mengikuti pelatihan project management selama 35 jam

Detilnya ada di link berikut http://www.pmi.org/Certification/~/media/PDF/Certifications/pdc_pmphandbook.ashx

sumber: PMI Certification

Berapa biayanya?

Untuk non PMI member biayanya sebesar $ 555, bagi PMI member biayanya $ 405 untuk ujian dengan komputer online (CBT). Jadi lebih murah kan kalau jadi member PMI. Disamping itu bisa donwload ebook gratis PMBOK untuk materi dasar ujian sertifikasi PMP tersebut.

Untuk jadi member PMI biayanya $ 129 kemudian jangan lupa join juga PMI lokal chapter dalam hal ini PMI Indonesia Chapter, dengan tambahan biaya $ 15

Mengapa PMP?

(more…)

PMI Indonesia Chapter ingin membantu keberhasilan para project manager untuk lulus ujian PMP (Project Management Professional) dengan mengadakan study group yang membahas chapter demi chapter PMBOK 4 Ed.
Program ini khusus untuk member PMI Indonesia Chapter, dan sudah memiliki Eligible Code PMP. Study group di pandu oleh para mentor PMP yang sudah pengalaman memberikan materi PMBOK dan memiliki strategi untuk menghadapi ujian PMP yang dikenal killer (karena prosentase keberhasilannya yang rendah).
Bagi yang berminat bisa mengirimkan email ke certification@pmi-indonesia.org dengan mencantumkan beberapa informasi seperti: Nama, PMI-ID, Eligible Code No, Email, HP.

Apa itu Eligible Code? Itu code yang diberikan oleh Project Management Institute (PMI) bagi peserta yang sudah melakukan pendaftaran dan membayar biaya ujian PMP. Peserta yang sudah memiliki Eligible Code mempunyai rentang waktu 1 tahun dari tanggal pertama membayar ujian, untuk mengambil ujian PMP.
Biaya ujian PMP, sebesar $ 405 untuk member PMI. Sedangkan untuk non member sebesar $ 555. Mending jadi member PMI, selain mendapatkan potongan harga untuk ujian juga mendapatkan softcopy PMBOK secara gratis (dan buku project management lainnya di pustaka PMI)

Informasi lebih jelas tentang sertifikasi PMP bisa di baca di brosur PMP Handbook.

Membaca cerita Dan Vicker di blognya, sepertinya rada-rada mirip dengan dialami penulis nih 😀

Setiap project memiliki karakternya masing-masing karena memiliki obyektifitas yang berbeda dan menghadapi orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda pula.
Awal mulanya menerima 2 project limpahan karena mungkin “simple” dan nilainya tidak seberapa. Posisi sedang keadaan “freze” karena vendor dari client masih dalam “on going process” dalam waktu yang belum di targetkan, bilamana sudah selesai vendor tersebut akan memberikan informasi.
Dilain sisi, project lain sedang mendapatkan sorotan dari berbagai pihak karena penting sebagai “project learning”. Yah begitulah project, seperti hal kehidupan. Yang pertama tetap lakukan yang terbaik untuk menghasilkan result sebaik mungkin, dan terakhir serahkan segalanya kepada Yang Maha Kuasa untuk menentukan hasilnya.

Walau sudah lakukan yang terbaik, sometimes something happen, tanpa kita prediksi. Yang sudah kita anggap ontrack dan onschedule akan berantakan bilamana ombaknya tidak diantisipasi. Kata-kata WASPADA lah sangat tepat di terapkan. Jadi kita harus siap siaga terus nih? Hahaha… nasih lah menjadi PM. 😀

Menarik bukan….. so make it beautiful for your life

Pertanyaan Dan di akhir blognya sungguh menarik, “Have you ever been avalanched?  What has helped you to be better prepared?”