Alhamdulillah,

Langkah berikutnya setelah menentukan agen, adalah persiapan untuk umroh lebih kurang ada tiga hal yaitu:

  1. Persiapan mental
  2. Persiapan fisik
  3. Peralatan yang dibawa

Persiapan mental, disini adalah niat, berangkat umroh hanya dalam rangka ibadah saja. Sebab umroh seringkali di ikutkan dengan niatan belanja juga, sehingga kadang sering waktu untuk ibadah lebih sedikit dibandingkan dengan waktu belanja. Sayang untuk berangkat haji saja sudah butuh waktu yang lama untuk menunggu kuota, sedangkan umroh saat ini sudah bisa setiap bulan ada dengan biaya yang mendekati (bahkan melebih) biaya berhaji, Subhanallah…

Persiapan fisik, dalam hal ini selain memenuhi persyaratan untuk vaksin meningitis, sebaiknya juga vaksin flu juga (menurut saya banyak bermanfaat). Vaksin meningitis bisa dilakukan di KKP Tanjung Periok di pelabuhan 1, ada klinik yang menangani vaksin meningitis hingga sore.

Peralatan yang dibawa, disesuaikan dengan banyaknya hari mengikuti umroh, dalam hal ini untuk umroh paket Lailatul Qodar adalah 15 hari. Silahkan download daftar berikut untuk membantu persiapannya, ini daftar yang kami coba siapkan untuk perjalanan umroh tersebut.

Hal lainnya seperti:

Mata uang

Untuk persiapan mata uang, saya ambil yang paling minim yaitu dengan menukar 500 real (SR) saja sejumlah Rp. 1,8 jt pada saat keberangkatan umroh. Kebetulan di tukarkan dengan petugas travel saat berangkatan, silahkan di tanyakan untuk travel perjalanannya nanti. Kebetulan dapat rate yang lebih rendah dibandingkan bila menukar di bandara Soetta.

Bila ndak suka terlalu minim dengan 500 SR bisa membawa 700-1.000 SR plus Rp. 1-1,5 jt, saran sebaiknya uang tersebut di pisah atau di bagi dalam beberapa amplop dan di simpan dalam tempat yang berbeda, untuk menghindari pindah tangan atau tertinggal semuanya.

Kartu perdana

Biaya terbesar adalah untuk komunikasi sebanyak 300 real, alokasi untuk oleh-oleh hanya 150-200 real. Komunikasi yang digunakan adalah untuk voice dan data, untuk kartu perdana sebaiknya ditanyakan ke petugas travelnya atau bila ternyata sudah sampai di Makkah/Madinah bisa beli melalui petugas kateringnya. Sebab untuk membeli kartu perdana di counter resminya butuh pasport asli, sementara pasport asli selama perjalanan umroh di simpan oleh petugas pendamping untuk perjalanan yang hanya ada saat keberangkatan dan kepulangan untuk memberikan tiket dan passport. Bila hanya untuk kebutuhan data (wa, koneksi internet, tanpa sms dan voice) bisa menggunakan kartu perdana khusus data saja, minimal 2 GB seharga 60 real. Untuk voice terkadang di berikan gratis oleh petugas travel, tetapi kita juga bisa beli cukup mahal Rp. 150-200 rb untuk pulsa 35-40 di bandara jeddah oleh wni yang bekerja di bandara.

Tas

Perjalanan umroh ini membawa 1 tas koper dari travel, 1 tas samping juga dari travel, serta 1 tas punggung. Dan pulangnya juga membawa 3 tas tersebut plus 1 paket air zamzam 5 liter. Sangat sederhana termasuk membawa sekedar oleh-oleh yang sudah masuk tas koper dan tas punggung. Tanpa ada adanya tas anakan lagi (tas besarnya beranak)

Baca juga perjalanan umroh ke Makkah, perjalanan ke Madinah, dan awal perjalanan umroh.

Leave a Reply