Subhanallah,

Cuma itu saja yang seringkali terucap begitu mendarat di Makkah.

Perjalanan dari Jakarta menuju Jeddah di tempuh selama 9 jam 15 menit dengan menggunakan pesawat Garuda GA-980. Langsung ambil Miqot di dalam pesawat saat berada di Ya LamLam.

Karena sedang puasa ramadhan, walau sudah menempuh perjalanan 9 jam tetapi ada perbedaan waktu yang lebih lambat 4 jam, maka puasa jadi lebih lama dan Alhamdulillah baru buka pada pukul 19 malam waktu Jeddah, Subhanallah,…

Dari airport Jeddah turun dari pesawat naik bis dulu ke terminal dan menunggu pemeriksaan passport yang cukup lama hingga sempat buka puasa, sholat jama magrib-isya. Selanjutnya naik bis kembali ke Makkah untuk perjalanan 4-5 jam, Subhanallah,…

Masih dalam keadaan ikram tuh, dan menjaga semua larangan ikramnya. Sampai Makkah sekitar jam 12 malam, ternyata tidak bisa langsung tawaf, mesti menunggu besok pagi nya, karena Masjidil Haram sudah di blok tidak diperbolehkan melakukan tawaf, bersyukur juga tidak langsung karena kondisi badan sudah sangat capai perlu istirahat untuk memulihkan stamina setelah 9 jam penerbangan plus 4-5 jam perjalanan bis, dan menunggu di terminal serta pemeriksaan pasport lebih kurang 1 jam. Subhanllah,…

Hari pertama

Dimulai dengan sahur dan sholat subuh di masjidil haram, Subhanallah melihat begitu besarnya Masjidil Haram ini, dari halamannya saja sudah luas sekali. Subhanallah, melihat begitu banyak manusia dari berbagai belahan dunia, dari yang bisa berjalan normal, berjalan terpincang-pincang hingga menggunakan kursi roda manual yang didorong hingga kursi roda bermesin semuanya menuju Masjidil Haram untuk sholat, dan Subhanallah bisa melihat Ka’bah secara langsung, MasyaAllah ngak percaya benar-benar sudah sampai nih.

Nyasar dalam perjalanan pulang ke hotel pada hari pertama adalah sangat wajar, berbekal foto gedung zamzam yang ada fotonya, arah jalan pulang ditunjukkan oleh Polisi setempat. Pelajaran yang di dapat yaitu, jangan lepaskan kalung tanda pengenal dan mintalah kartu nama hotel tempat kita menginap. Berbekal kartu nama kita bisa tunjukkan arah jalan pulan ke hotel dengan lebih jelas. Bilamana lupa kadang berbekal kalung tanda pengenal pun kita pulang ke hotel tentunya usaha yang dilakukan akan lebih banyak lagi dan akan memakan waktu lebih lama.

Bagi kita yang baru pertama kali datang ke Masjidil Haram, sebaiknya jangan jalan sendiri ke Masjidil Haram pada hari pertama, minimal berdua agar tidak kebingungan sendirian. Pada hari-hari berikutnya terutama pada malam ke 27 dan 29 bulan Ramadhan, Masjidil Haram seolah tenggelam oleh lautan manusia, jalanan penuh dengan manusia, sejak ashar mobil sudah di blok tidak diperbolehkan menuju ke arah Masjidil Haram, ring paling luar saja sudah di tutup. Ring paling luar jalanan itu sekitar 2-3 km dari halaman Masjidil Haram.

 

Baca juga perjalanan umroh ke Madinah, persiapan umroh, dan awal perjalanan umroh.

Leave a Reply