Kali kita bahas yang lebih seriusan dikit yah….
Tentang User Interface Design, apakah itu? User Interface Design itu memberikan suatu bentuk komunikasi antara penguna (user) dengan komputer. Bagaimana pengguna berinteraksi dengan komputer dengan menggunakan tampilan antar muka yang ada di layar komputer. Hal ini sangat penting karena akan berpengaruh pada user untuk mengunakan atau berkomunikasi dengan komputer. Bilamana suatu program susah untuk digunakan, maka hal ini akan memaksa user untuk melakukan suatu kesalahan saat mengunakan program tersebut.

Tiga hal perlu di perhatikan
Dalam bukunya Interface Design, Theo Mandel menyebutkan tiga hal penting yaitu :
1.Tempatkan user sebagai kontrol
2.Mudahkan user untuk mengingat
3.Konsistensi antar muka

Ke tiga hal tersebut di atas adalah dasar untuk membuat suatu desain antar muka yang sangat prinsip, sehingga dapat digunakan sebagai panduan untuk membuat desain aplikasi/program.

Kita bahas yuk satu-satu tentang hal tersebut di atas…

1.Tempatkan user sebagai kontrol
Beberapa yang perlu dilakukan antara lain:

  • Definisikan interaksi yang tidak memaksa user untuk melakukan suatu aksi yang tidak perlu
  • Mendukung flexibilitas untuk berinteraksi
  • Memperbolehkan user untuk melakukan penghentian suatu aksi
  • Adanya interaksi secara langsung terkait dengan kemampuan user untuk mengatur bentuk interaksi sesuai dengan kebutuhannya
  • Sembunyikan interaksi yang berbau hal-hal teknis dari user biasa
  • Buatlah desain yang dapat berinteraksi langsung dengan obyek yang ada di layar monitor

2.Mudahkan user untuk mengingat
Hal-hal berikut untuk membantu user mengingat :

  • Gunakan hal-hal yang berarti secara standar
  • Definisikan suatu shortcut yang intuitif
  • Adanya visualisasi yang berdasarkan pada kondisi lapangan

3.Konsistensi antar muka
Bagaimana membuat antar muda yang konsisten :

  • Jagalah konsistensi di antara beberapa aplikasi/program yang sejenis
  • Bila suatu model desain antar muka pada aplikasi sebelumnya tidak bermasalah, janganlah melakukan perubahan kecuali user mengeluhkannya

Beberapa hal prinsip lainnya yang dapat digunakan saat melakukan desain user interface, menurut Ian Sommervile (SE 6th, hal 330) yaitu:

Model untuk mendesain Interface
Ada empat perbedaan model saat melakukan desain user interface, antara lain :

  1. Design model, yang dibuat oleh seorang software engineer
  2. User model, oleh seorang human engineer
  3. System perseption, suatu persepsi dari pengguna terhadap aplikasi yang sedang dikembangkan
  4. System image, pada saat implementasi suatu sistem

Untuk mengembangkan suatu user interface yang efektif, hendaknya memahami pengguna aplikasi, seperti umur, jenis kelamin, kemampuan fisik, pendidikan, latar belakang budaya, motivasi, tujuan yang hendak dicapai saat menggunakan aplikasi tsb, dan terakhir karakteristik dari pengguna itu sendiri.

Nah selanjutnya untuk proses mendesain suatu user interface, antara lain :
1.Analisa user, tugas dan lingkungan
2.Desain antara muka (interface design)
3.Implementasi antar muka (interface construction)
4.Adanya evaluasi atau validasi terhadap antar muka (interface validation)

Gambar Proses mendesain user interface (Roger Pressman)

Gambar spiral di atas (keliatan kan gambarnya :D) menunjukkan bahwa proses untuk mendesain user interface ini dapat terjadi berulang kali.

Analisa user, tugas dan lingkungan
Hal yang paling penting dalam mendesain adalah melakukan defisi pada obyek dan aksi apa yang akan dilakukan pada desain tersebut. Sekali suatu obyek dan aksi telah didefinisikan maka dapat di kategorikan dalam berbagai tipe.  Target, sumber dan obyek aplikasi juga telah di identifikasi. Bila suatu obyek sumber (mis. icon laporan) di drag dan di letakkan pada obyek target (mis. icon printer), maka obyek aplikas akan mengindentifikasi untuk melakukan perintah mencetak atas obyek sumber.

Desain antar muka
Ada empat isu terkait dengan desain user interface yaitu :
1.waktu respon dari sistem,
2.fasilitas bantuan untuk user,
3.penanganan informasi error, dan
4.penulisan perintah komputer

Waktu respon dari sistem, merupakan hal yang paling utama dan sering terjadi saat membuat aplikasi yang interaktif. Waktu respon ini memiliki dua karakteristik penting yaitu: panjangnya waktu dan variasi waktu.

Saat ini hampir pada setiap user membutuhkan bantuan pada seketika mereka mengalami kendala mengoperasikan aplikasi. Ada dua tipe fasilitas bantuan, yaitu integrated dan add-on. Pada fasilitas bantuan integrated didesain pada aplikasi dari awal dikembangkan. Untuk fasilitas bantuan add-on di berikan ketika suatu aplikasi telah selesai di buat.

Penanganan informasi error dan peringatan merupakan hal buruk yang harus di sampaikan kepada user bilamana suatu aplikasi mengalami sesuatu yang tidak normal. Pada kondisi yang paling buruk, bila pesan error dan peringatan tersebut menimbulkan kesalahfahaman informasi sehingga semakin membuat user menjadi frustasi dalam menggunakan aplikas tersebut. Pada dasarnya setiap pesan error atau peringatan yang hendak dibuat seharusnya mengikuti beberapa karakteristik berikut :
Pesan di berikan untuk menerangkan masalah dalam istilah yang mudah dimengerti oleh user
Pesan hendaknya mengandung petunjuk untuk melakukan pemulihan dari suatu error
Suatu pesan hendaknya tidak mengandung suatu penilaian yang menyalahakan user

Penulisan perintah merupakan hal yang umum sebagai bentuk interaksi antara user dan sistem, tetapi saat ini untuk yang berbasiskan pada window, tunjuk dan pilih pada suatu interface telah mengurangi penulisan perintah pada komputer.

Implementasi antar muka
Ketika suatu desain antar muka telah di buat, maka langkah berikutnya adalah menerapkan user interface tersebut pada program sebagai suatu prototipe. Untuk mendukung kegiatan tersebut telah di sediakan suatu tools yang disebut UIDS (user interface development systems), dimana tools tersebut dapat membuat komponen-komponen untuk membuat suatu window, menu, pesan error, perintah dan masih banyak lagi elemen lainnya dalam lingkungan yang interaktif.

Evaluasi Desain
Begitu suatu prototipe user interface dibuat, hal tersebut harus di evaluasi untuk menentukan apakah sudah memenuhi kebutuhan user atau tidak. Evaluasi user interface dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Gambar Evaluasi User Interface (Roger Pressman)

Setelah adanya desain pendahuluan, kemudian membuat suatu prototipe user interface. Prototipe ini akan di evaluasi oleh user dimana hasil evaluasinya nanti akan di pelajari kembali oleh desainer. Selanjutnya kembali desainer akan memperbaiki dan membuat prototipe user interface baru dan akan di evaluasi kembali oleh user. Demikian berulang kali hingga di user interface sudah memenuhi kebutuhan user.

Gitu dulu deh…kayaknya udah pada ngantuk nih….

12 Responses to “User Interface Design”

  1. bayu | waseso » Blog Archive » Software Engineering says:

    […] Kalo masih tertarik bisa lihat materi lainnya User Interface Design […]

  2. Fivda says:

    ngga salah kalo minta pak bayu yang ngereview UI Design Documents… hahahaha..

  3. Didi says:

    masa ada bahan uh lainnya lg g mengenai User Interface Design???..lg nyari2 niy..punya mas sngat membantu sekali.

  4. seminar - marinieka says:

    […] User Interface Design, http://waseso.net/?p=245 […]

  5. yohanes says:

    kok umain.exeku bisa error kenapa ya?????

  6. Fivda says:

    di review dong UI design dari situs e-commerce-ku http://www.gudangbelanja.com . biar ada contoh soalnya :)

  7. Bawes says:

    segera di review gudangbelanja.com nya :)

  8. puputtchieput says:

    pusing iihh aku, tugas tntang imk haddewww kapan kelarrr, alhamdulillah yahh sesuatu banget

  9. evy says:

    materinya sangat membantu, hanya kurang sumbernya. Kalo bisa tolong dishare juga sumbernya..trmksh

  10. Bawes says:

    Sumber sudah ada di tulisannya, ada dari Theo Madel dan Ian Sommervile, silahkan di googling sendiri bukunya banyak kok bertebaran

  11. gian says:

    thank.s ijin copy

  12. Bawes says:

    Kalau bisa di copy dari sumber aslinya bukunya Theo dan Ian Sommervile itu ya, biar lebih akurat

Leave a Reply