Wee…agak terlalu serius nih, tapi ndak pa-pa lah di pajang dulu kerjaannya…

Pada kenyataannya untuk memahami tentang kebutuhan awal dari pengguna tidaklah mudah karena dalam perjalanan proses pembuatan suatu aplikasi biasanya di tengah perjalanan ternyata mengalami perubahan, padahal mereka sudah mengetujui di awal pembuatan.

Beberapa hal yang perlu di ketahui antara lain:
Apa Requirements Engineering itu?
Requirements Engineering membantu seorang Software Engineering untuk memberikan pengertian yang lebih baik terhadap masalah yang hendak di pecahkan, antara lain: pemahaman tentang bisnis yang berpengaruh pada aplikasi, kebutuhan pengguna, dan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan aplikasi.

Mengapa begitu penting?
Mendesain dan mengembangkan suatu program komputer yang bagus tetapi hanya memecahkan permasalahan yang kurang tepat untuk kebutuhan pengguna tentunya akan percuma, oleh sebab itu pemahaman akan kebutuhan dari pengguna sebelum mendesain dan membuat suatu program komputer adalah penting.

Apa saja langkah-langkahnya?
Requirements engineering meliput tujuh langkah yaitu:
1.Inception, sebuah tugas untuk mendefinisikan ruang lingkup dan batasan masalah yang hendak di selesaikan. Pada langkah ini, diperlukan pemahaman dasar tentang masalah, orang yang membutuhkan suatu solusi, pemecahan masalah yang di kehendaki, dan adanya komunikasi yang efektif serta kerjasama antara pelanggan (customer) dan pengembang (developer).

2.Elicitation, merupakan langkah selanjutnya untuk membantu customer mendefinisikan apa yang dibutuhkan dalam pengembangan suatu aplikasi. Beberapa hal yang sering menghambat dalam memahami pendefinisian masalah antara lain:

  • Cakupan masalah, batasan masalah yang tidak di definisikan dengan baik.
  • Pemahaman masalah, pengguna tidak benar-benar yakin terhadap apa yang dibutuhkan dan memiliki pemahaman yang kurang terhadap kemampuan dan batasan dari lingkungan komputasi mereka.
  • Volatilitas dari permasalahan, kebutuhan yang sering berubah-ubah sepanjang waktu.

Dalam rangka untuk mendukung proses kolaborasi, maka panduannya antara lain:

  • Adanya pertemuan dan dihadiri dari software engineering dan customer.
  • Peraturan untuk persiapan dan persiapan telah ada.
  • Adanya agenda yang dibuat secara formal.
  • Seorang fasilitator akan mengawasi meeting.
  • adanya definisi masalah.
  • Tujuan akhir adalah untuk mengidentifikasi masalah, tujuan dari setiap elemen solusi.

3.Elaboration, ketika kebutuhan dasar telah di definisikan dan di modifikasi pada tahapan Inception dan Elicitation, maka langkah berikutnya adalah fokus pada pengembangan suatu model teknis dari suatu fungsi aplikasi, fitur-fitur yang ada dan batasan dari aplikasi yang dikembangkan. Elaboration merupakan suatu model analisis yang terdiri dari beberpa model dan perbaikan tugas. Hasil akhir dari elaboration ini adalah suatu model analisa yang mendefinisikan suatu informasi yang fungsional dan memiliki wilayah perilaku suatu permasalahan.

4.Negotitation, ketika customer mendefinisikan suatu permasalahan, maka negoisasi akan dibutuhkan ketika terjadi perbedaan antar kebutuhan di antara sesama pengguna. Customer, pengguna, dan stakeholder harus mengurutkan prioritas kebutuhannya.
Negotitation merupakan aktifitas pada setiap permulaan iterasi proses piranti lunak.Yang perlu dilakukan antara lain:
a)Identifikasi stakeholder pada sistem ataupun pada sub sistems
b)Penentuan
c)Adanya negoisasi pada stakeholder untuk memenangkan suatu kondisi baik

5.Specification, apa yang menjadi prioritas? yang benar-benar dibutuhkan?, kapan hal tersebut dibutuhkan?, hal ini menyangkut kebutuhan untuk setiap customer akan berbeda-beda. Specification merupakan hasil akhir dari kegiatan requirements engineering.

6.Validation, semua hal tersebut akhirnya perlu di validasi kembali untuk memastikan bahwa developer mengerti permasalahannya dan customer memahami masalah dengan tepat.

7.Management, ini merupakan sekumpulan kegiatan yang membantu tim proyek untuk mengindentifikasi, pengawasan, dan melacak perubahan kebutuhan setiap saat pada tahapan proyek. Kebutuhan manajemen di mulai dengan identifikasi. Setiap kebutuhan memiliki nomor yang unik. Sekali kebutuhan tersebut di identifikasi, maka tabel pelacakan segera dibuatkan.

Langkah-langkah untuk memulai proses requirements engineering adalah:
1.Identifikasi stakeholder
2.Pengenalana beberapa sudut pandang
3.Kerjasama dalam bekerja
4.Menanyakan pertanyaan pertama

Pengembangan Model Analisa

  1. Elemen-elemen model analisa
  2. Elemen yang berbasiskan skenario
  3. Elemen yang berbasiskan class
  4. Elemen perilaku
  5. Elemen yang berorientasi pada alur

Analisa suatu Pattern
Ada dua hal keuntungan dari analisa suatu pattern

  1. Analisa pattern akan meningkatkan kecepatan pada tahap pengembangan
  2. Analisa pattern akan memfasilitasi perubahan pada model analisa ke suatu model disain dengan menyarankan suatu disain pattern dan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan umum.

Di cukupkan segitu dulu, pembahasan kali ini, masih belum ada ide lagi….
Oya satu lagi… ini di sarikan dari bukunya Roger Pressman tentang Software Engineering, edisi 6. Buku yang sangat bagus dan dijadikan referensi dimana-mana.

5 Responses to “Requirement Engineering”

  1. bayu | waseso » Blog Archive » Software Engineering says:

    […] bisa lihat materi lainnya User Interface Design, kalo masih tertarik bisa baca-baca tentang Requirements Engineering, yang juga ndak kala […]

  2. Fivda says:

    Ini nih yg diperluin kalo customernya ngga tau maunya “jadi” apaan..
    Masa’ system yang dibangun menentukan core businessnya mau kaya gimana.. biasanya core business kaya gimana yang menentukan system yang dibangun..
    Buntutnya bukan making a system, tapi making a business…from zero.. (DariFivdaYangLagiCurhat)

  3. Yunasis says:

    well, nice info buat referensi tugas saya (Rekayasa Perangkat Lunak).
    Sukses selalu untuk Pak Bayu.

  4. bejo utomo says:

    hebat sekarang tambah makmur aja nih pengganti William Henry Gates III nih

    heBat………

    Aditya.bejo

    IT PROGRAMING

  5. Mahila says:

    apakah ada metode khusus atau best practice atau semacam framework yang digunakan dalam proses requirement engineering?

Leave a Reply