Nonton film Negeri 5 Menara bersama keluarga terasa inspiratif dan menggugah perasaaan. Perjuangan Alif dan rekan-rekannya dengan semboyan “man jadda wajada” memberikan suatu gambaran perjuangan yang sungguh-sungguh. Tulisan ini belum bisa menggambarkan keadaan yang sesungguhnya tapi hanya mencoba menuliskan sesuatu yang berarti untuk di kenang di kemudian.

Buku pertama “Negeri 5 Menara” menerangkan perjuangan Alif memasuki pondok pesantren atas permintaan dari Ibundanya dan perjuangan selama di Pondok Madani. Di ekspresikan dan dramatisir dengan baik sekali pada film, walau banyak detil kecil pada buku nya bila di baca akan jauh lebih menarik di bandingkan dengan menonton film.

 

 

 

 

 

Buku kedua dari trilogi Negeri 5 Menara yaitu Ranah 3 Warna juga tidak kalah menariknya, merupakan kelanjutan dari cerita sebelumnya yaitu melanjutkan perjuangan setelah lulus dari Pondok Madani.

Pada halaman 132 dari buku tersebut di cuplik tentang pelajaran pertama Alif sewaktu di Pondok Madani yang paling berarti yaitu:
man jadda wajada – siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses
man shabara zhafira – siapa yang bersabar akan beruntung
man sara ala darbi washala – siapa yang berjalan di jalanNya akan sampai ke tujuan

 

 

 

 

menanti film ke 2 dari Ranah 3 warna ini, dan menunggu buku terakhir dari trilogi Negeri 5 Menara

Leave a Reply